Kamis, 13 Juni 2013

Penumpang KA Ekonomi Demo Tolak Jadwal Baru

Penerapan Grafik Perjalanan Kereta (Gapeka) 2013 per 1 April 2013 lalu mendapat pertentangan dari para penumpang. Terutama penumpang kereta api ekonomi jarak jauh jurusan Jakarta-Yogyakarta.
Pada Sabtu (06/04/2013) pagi, ratusan penumpang kereta api ekonomi tersebut melakukan unjukrasa di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta menuntut agar jadwal kereta dikembalikan seperti semula. "Dulu dari Jakarta ke Yogyakarta ada alternatif Kereta Bengawan yang berangkat pukul 19.40 WIB. Tetapi sekarang berubah jadi siang pukul 13.00 WIB. Satu-satunya untuk wilayah jalur selatan ya Kereta Progo berangkat pukul 22.00 WIB," papar anggota Paguyuban Masyarakat Pengguna Kereta Api Jarak Jauh, Stevanus Dwi.

Akibatnya, ungkap Stevanus, para penumpang berbondong-bondong naik Kereta Progo dan terpaksa menggunakan kelas ekonomi AC dengan harga yang cukup tinggi. Yakni Rp 150 ribu, padahal pada kelas biasa hanya Rp 35 ribu.

Tidak hanya itu, meski harga tiket kelas ekonomi AC cukup tinggi, ternyata fasilitas tidak memadai. Terutama AC yang digunakan bukan seperti pendingin ruangan pada kelas bisnis atau eksekutif, melainkan AC split atau rumahan. "Akibat penggunaan AC split ini maka tidak memenuhi sertifikasi dari Kementrian Perhubungan. Sehingga Jasa Raharja juga tidak memberikan asuransi," tandasnya.
Penumpang lain, Yudi menambahkan, jika aspirasi para penumpang tersebut tidak mendapat respons maka mereka akan menyewa bus untuk tujuan Yogyakarta dari Jakarta. Apalagi, beredar kabar jika seluruh rangkaian kereta api ekonomi akan diberi AC sehingga harga naik menjadi Rp 150 ribu seluruhnya. Hal ini karena adanya penghapusan subsidi dari pemerintah. Eboza.com

Menanggapi hal itu, Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta Sri Winarto justru mempersilakan para penumpang mencari alternatif transportasi lain. Kereta api hanya merupakan salah satu dari sekian transportasi masyarakat. "Kan masih ada transportasi lain. Selama ini murah karena ada subsidi dari pemerintah. Kalau mau minta subsidi ya minta ke pemerintah melalui DPR," kilahnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar